Home » » Sistem manajemen kesehatan dan Keselamatan Kerja

Sistem manajemen kesehatan dan Keselamatan Kerja

Sistem manajemen kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan bagian yang tidak dipisahkan dari kegiatan manajemen lainnya, disesuatu intitusi tempat kerja atau perusahaan, seperti manajemen produksi produksi, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, dan lainnya. Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan secara evisien, melalui pengarahan, dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tergabung dalam suatu unit kerjasama. Sedangkan sistem manajemen adalah rangkaian kegiatan manajemen yang teratur dan saling berhubungan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Notoatmojo,2007).  
Sistem manajemen kesehatan dan Keselamatan Kerja

Sistem manajemen K3 menurut permenaker No,05 Tahun 1996 adakah bagian dari sistem keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, evisien, dan produktif. (Noatmojo, 2007).
Tujuan penerapan sistem manajemen K3
Sistem manajemeen K3 diterapkan untuk menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesalahan kerja ditempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi, dan lingkungan kerja dalam rangka :
a.         Mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja
b.        Menciptakan tempat kerja yang aman terhadap kebakaran, peledakan dan kerusakan yang pada akhirnya melindungi investasi yang ada serta membuat tempat kerja yang sehat.
c.         Mennciptakan ifisiensi dan produktifitas kerja karena menurunnya biaya kompensasi akibat sakit atau kecelakaan kerja.

Macam-macam Sistem Manajemen K3. (Notoatmojo, 2007)

a.         SMK3 menurut ILCI
Internatinal loss control insitute (ILCI) yang bertempat di Atlanta, amerika serikat dengan tokohnya Frank Bird mengembangkan pendekatan Loss Control Management. Pada pendekatan ini dijelaskan bahwa kecelakaan tidak saja mengakibatkan cederaa, tetapi juga mengakibatkan kerugian (Loos). Bird juga menggungkapapkan rosio antara kecelakaan yang menimbulkan cedera atau kerugianyang tidak menyebabkan cedera tapi mengakibatkan kerusakan. Kejadian yang menimbulkan kerugian yang jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan dengan kejadian yang mengakibatkan cedera pada manusia.
b.         SMK3 British Safety Council
British Safety Council dengan tokohnya James Tye mengeluarkan konsep K3 dengan five star ratting system. Unsur-unsur dalam pendekatan sistem ini adalah:
1)        Kebijakan (policy) 
2)        Pengorganisasian (organizing)
3)        Perencanaan dan penerapan (planing and implementation)
4)        Pengukuran kinirja (measuring performence)
5)        Audit (auditing)

Elemen Sistem Manajemen K3
Berdasarkan peratuan pemerintahNo. 05/ MEN/1996, yang dimaksud dengan elemen-elemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah mencakup 3 diantaranya yaitu :
a.         Pembangunan dan pemeliharaan
Komitmen sangat berkaitan dengan prinsip pertama SMK3 yaitu kemimpinan dan komitmen budaya K3 yaang dinamis yang harus diketahui dan patuhi oleh seluruh karyawan, pemasukan, kontraktor dan konsumen.
b.         Stategi perdokumentasian
Elemen ini sangat berkaitan dengan perencanaan karena dengan sistem manajemen yang didokumentasian dapat perencanaan. Strategi perdokumentasian dituangkan dalam bentuk manual K3 yang mudah diakses oleh semua orang dalam perusahaan tersebut.
c.         Pengendalian dokumen

Sangat berkaitan dengan kegiatan yang berhubungan dengan penginformasian pelaksanaan peraturan K3 yang masih up to date

0 komentar:

Post a Comment