Home » » Standar Kualitas Air Minum

Standar Kualitas Air Minum

Air untuk diminum secara umum harus memenuhi persyaratan fisik, kimiawi, bacteriologis dan radiologis di samping adanya unsure-unsur di dalamnya air harus sesuai yang tercantum di dalam standar kualitas air minum  agar tidak terjadi gangguan kesehatan atau kerugian tehnis dn estesis. Gangguan atau kerugian dapat timbul apabila air tersebut menggandu unsur-unsur dalam jumlah yang berlebihan atau kurang dari yang ditetapkan oleh standar kualitas dan yangk seharusnya tidak boleh terdapat di dalam air.
Standar Kualitas Air Minum

Di dunia ada beberapa standar kualitas air minum yang dipakai seperti standar USA, Standar Eropa, standar eropa, standar Jepang dan sebagainya. Adapun alasan kesehatan dan teknis yang mendasari penentuan standar kualitas air minum tersebut sebagai   berikut : (Mohamad Razif, 1985).
1.      Suhu
Sebaiknya diambil air minum yang dapat memberikan rasa sejuk yaitu sekitar 20-25 C.
2.      Warna
Warna air ditetapkan 5 sampai 50 unit dan penyimpangan akan mempengaruhi segi estetika. Psychologis bagi pemakai air minum.
3.      Kekeruhan
Penyimpangan terhadap standar kualitas dalam hal kekeruhan melebihi batas yang telah ditetapkan akan menyebabkan terganggunya estetika, mengurangi efektifitas desinfeksi air dengan bakteri menjadi kecil.
4.      Derajat Keasaman ( PH )
PH yang rendah akan merusak perpisahan ( system distribusi ) air minum.
5.      Zat padat
Zat padat yang tinggi adalah penyebab kekotoran pada air bersih yang tidak mungkin dipakai sebagai air minum.
6.      Zat Organik
Indikasi terjadinya kartaminasi dengan kotoran manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan.
7.      COAgrsif
Dari segi kesehatan tidak berbahaya tetapi  segi tehnis air menjadi agresif sehingga merusak perpipaan.
8.      Kesadahaan
Kesadahaan yang tinggi menyebabkan pemakaian sabun yang boros penyempitan pada pipa-pipa oleh kerak, adanya kerak pada ketel akan memboroskan energy.
9.      Ca dan Mg
Mempengaruhi kesadahaan.
10.  Fe dan Mn
Menyebabkan air berwrna coklat, fasilitas plambing menjadikan kotor, bakteri berkembang di perpipaan sehingga mengurangi kapasitas penyaluran air minum.
11.  Cu dan Zn
Bila terlalu banyak perut menjadi mual.
12.  CI
CI- yang tinggi menyebabkan air minum asin rasanya.
13.  SO4
Bila terminum > 200 Mg/L maka perut sakit dan mencret.
14.  H2S
Menimbulkan bau busuk.

0 komentar:

Post a Comment