Home » , » Pasir dan Arang Sebagai Media Penyaring Air

Pasir dan Arang Sebagai Media Penyaring Air

Pasir dan Arang Sebagai Media Penyaring AirAda berbagai macam cara untuk menjernihkan air kotor. Namun, yang paling banyak dikenal ialah teknik penyaringan, pengendapan, dan penyerapan, bahan yang dipakai untuk ketiga teknik tersebut juga beraneka ragam. Pasir, Ijuk, arang batok, kerikil, tawas, bubuk kapur, kaporit, dan bahkan batu bisa dimanfaatkan secara efktif untuk menjernihkan air kotor. Biasanya bahan-bahan dengan hanya memakai satu media penyaring.
Kecuali tawas, bubuk kapur, dan kaporit seluruh media penyaring tersebut bersifat mengendapkan dan menyerap bahan pencemar yang ada di dalam air. Pasir kerikil dan ijuk merupakan media pengendap, arng batok merupakan penyerap. Dibandingkan kerikil dan ijuk, pasir dan arang batok memiliki fungsi lebih besar.
1.      Pasir
Saringan pasir bertujuan mengurangi kandungan lumpur dan bahan-bahan padat yang ada di air. Ukurn pasir untuk menyaring bermacam-macam, tergantung jenis bahan pencemar yang akan disaring. Pengamatan tentang bahan padat yang terapung, seperti potongan kayu, dedaunan, sampah dan kekeruhan air. Perlu dilakukan untuk menentukan ukuran pasir yang akan dipakai. Semakin besar bahan padat yang perlu disaring, semakin besar ukuran pasir.
Umumnya air kotor yang akan disaring oleh pasir mengandung bahan padat dan endapan lumpur. Karena itu, ukuran pasir yang dipakai pun tidak terlalu besar yang lazim dimanfaatkan ialah pasir berukuran 0,2 mm – 0,8 mm.
Berdasarkan ukuran pasir, maka dapat dibedahkan dua tipe saringan pasir, yakni saringan cepat dan saringan lambat. Saringan cepat dapat menhasilkan air bersih sejumlah 1,3-2,7 liter/m3/detik sedangkan saringan pasir lambat menghasilkan air bersih 0,034-0,10 liter/m3/detik. Saringan pasir hanya mampu menahan bahan padat terapung. Ia tidak bisa menyaring virus atau bakteri pembawa bibit penyakit. Itulah sebabnya air yang sudah melewati saringan pasir masih tetap harus disaring lagi oleh media lain. Saringan pasir ini harus dibersihkan secara teratur pada waktu-waktu tertentu.
2.      Arang Batok
Arang batok ialah arang yang berasal dari tempurung kelapa. Tempurung tersebut dibakar sampai menjadi arang, kalau tidak ada tempurung kelapa, arang yang berasal dari pembakaran kayu juga bisa dipakai.
Selain menyerap bahan-bahan kimia pencemar air, arang batok berbentuk butiran juga bisa menahan benda-benda padat yang mengotori air. Namun, fungsi utamanya tetap untuk mengurngi warna dan bau air kotor.
Ada dua bentuk arang batok yang bisa dipakai, pertama butiran berdiameter 0,1 mm, kedua berbentuk bubuk berukuran 200 mesh. Masing-masing bentuk memiliki kelemahan.
Karena berfungsi sebagai penyerap mikroorganisme dan bahan-bahan kimia yang terkandung di air kotor, setelah beberapa waktu, arang batok ini sudah tidak efektif lagi. Ciri tidak efektifnya ialah air yang tersaring sudah tidak begitu jernih lagi. Bila itu terjadi., arang batok tidak perlu dicuci dengan air bersih atau bahkan diganti dengan yang baru.

0 komentar:

Post a Comment