Home » , , , » Animasi Kimia Identifikasi Kation

Animasi Kimia Identifikasi Kation

Sebelumnya kami telah memposting tentang animasi identifikasi anion, maka kali ini kami memuat identikasi kation khusunya Pb2+ alat dan bahan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :

Animasi Kimia Identifikasi Kation Alat
 Tabung Reaksi
 Rak tabung reaksi
 Pipet tetes
 Pemanas listrik
 Alat sentrifugasi
 Gelas kimia
Bahan
 Garam nitrat dari kation dalam sampel
 Larutan NaCl 1M
 Air panas
 Larutan H2SO4 pekat 1M
 Larutan NaOH 2M
 Larutan HNO3 3M
 Larutan buffer amoniak (NH3) berlebih
 Larutan K2CrO4



Praktikum kali ini bertujuan untuk memisahkan dan mengidentifikasi kation-kation yang ada dalam sampel. Kation-kation yang diidentifikasi antara lain Ag+, Pb2+, Co2+, Fe3+ dan Al3+. Untuk mengidentifikasi kation ini digunakan berbagai macam reagnesia (untuk mengetahui kation-kation yang ada).
Kation dalam tiap kelompok diendapankan sebagai senyawa dengan menggunakan pereaksi pengendap golongan tertentu. Endapan yang dihasilkan nantinya akan mengandung kation-kation dalam suatu golongan. Pemisahan endapan dari larutannya dapat dilakukan dengan cara sentrifugasi, selanjutnya larutan yang masih berisi sebagian besar kation kemudian diendapkan kembali membentuk kelompok kation baru. Prosesnya diteruskan dengan cara dekantasi. Kemudian pereaksi pengendap golongan berikutnya ditambahkan pada larutan hasil dekantasi. Jika dalam kelompok kation yang tertendapkan masih berisi beberapa kation maka kation-kation tersebut dipisahkan lagi menjadi kelompok kation yang lebih kecil, demikian seterusnya sehingga pada akhirnya dapat dilakukan uji spesifik untuk satu kation.
Dalam praktikum yang telah dilakukan, tahap identifikasi diawali dengan pemisahan kation-kation ke dalam golongan masing-masing. Dolongan yang dimaksudkan dapat dilihat seperti di bawah ini :
• Golongan I : pada golongan ini kation akan membentuk endapan jika di reaksikan dengan asam klorida encer
• Golongan II : kation dalam golongan ini tidak bereaksi dengan laritan asam klorida encer, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam keadaan asam.
• Golongan II : kation dalam golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida maupun dengan hidrogen sulfida dalam keadaan asam, tetapi larutan ini membentuk endapan dengan amonium.
• Golongan IV : Kation golongan ini tidak bereaksi dengan reagensia golongan I, II, dan III. Kation-kation ini membentuk endapan dengan amonium karbonat, dengan adanya amonium klorida dalam suasana netral atau sedikit asam.
• Golongan V : merupakan kation yang paling umum, yang tidak bereaksi dengan reagensia golongan sebelumnya.
Sesuai dengan pembagian di atas kita dapat mengidentifikasi kation-kation dalam larutan sampel (Svehla, 1985).
Pada percobaan ini, identifikasi dimulai dengan penambahan NaCl 1M ke dalam larutan sampel. Hal ini bertujuan untuk mengendapkan kation-kation yang ada dalam laritan sampel. Berdasarkan hasil pengamatan, larutan sampel yang berwarna merah muda berubah warna menjadi larutan berwarna merah muda keputihan dengan terbentuknya endapan. Setelah disentrifugasi akan terbentuk endapan berwarna putih dan larutan berwarna merah muda. pada proses tersebut, dengan ditambahkannya larutan NaCl akan menyebabkan sebagian kation akan bereaksi dengan ion Cl- (dari proses penguraian NaCl menjadi ion Na+ dan Cl-) sehingga terbentuklah endapan AgCl dan PbCl2 setelah sebelumnya melalui proses sentrifugasi agar endapan dapat terpisah dari larutannya secara baik. Selanjutnya dilakukan dekantasi yaitu pemisahan endapan dari larutannya secara langsung dan perlahan-lahan ke dalam tabung reaksi yang lain. Dengan ditandainya pembentukan endapan setelah ditambahkan larutan NaCl pada larutan sampel menyebabkan kation yag mengendap termasuk dalam golongan I. dalam golongan I terdapat 3 macam kation yaitu Ag+, Pb2+ dan Hg2+. Akan tetapi, berdasarkan hasil pengamatan diperoleh endapan berwarna putih yang kemungkinan merupakan kation Ag+ dan Pb2+ karena Hg+ dalam proses penambahan NaCl menimbulkan endapan berwarna putih abu-abu, sehingga kemungkinan besar Hg+ tidak terdapat di dalam larutan sampel


0 komentar:

Post a Comment