Home » , » Tinjauan Teori Tentang Arang

Tinjauan Teori Tentang Arang

Sahabat Blog Sains, entah mengapa akhir-akhir otak lagi encer apalagi didukung oleh referensi yang lumayan banyak. Karena akhir-akhir ini admin blog sains lagi rajin-rajinya mengoleksi karya ilmiah yang kemudian admin buat agar lebihsimpel dan instan, mengingat karya tulis kadang membosankan bagi sebagian orang untuk membacanya…

ARANG
arangMenurut Ketaran (1980) dalam Subroto (2007), arang adalah bahan padat yang berpori-pori dan merupakan hasil pembakaran dari bahan yang mengandung unsur karbon (C). Sebagian besar pori-porinya masih tertutup dengan hidrokarbon, dan senyawa organik lain yang komponennya terdiri dari fixed carbon, abu, air, nitrogen dan sulfur.
Menurut Gustan Pari (2009) arang adalah produk hasil karbonisasi atau dekomposisi kayu pada suhu tinggi dengan keadaan tanpa oksigen atau oksigen terbatas. Proses karbonisasi yang umum dilakukan adalah destilasi kering. Destilasi kering atau destructive distillation merupakan istilah lain dari pirolisis. Menurut Juni Prananta (2008) pirolisis adalah proses penguraian yang tidak teratur dari bahan-bahan organik yang disebabkan oleh adanya pemanasan tanpa berhubungan dengan udara luar. Pada saat pirolisis, energi panas mendorong terjadinya oksidasi sehingga molekul karbon yang kompleks terurai sebagian besar menjadi karbon atau arang. Produk samping dari pirolisis untuk memproduksi arang ini akan dihasilkan asap cair dan ter (KPJ Industri, 2009).
Perbedaan pirolisis dengan pembakaran biasa yaitu pada pirolisis keberadaan oksigen dikontrol atau bahkan ditiadakan. Pirolisis merupakan salah satu metode untuk mengubah biomassa menjadi bahan bakar stabil. Keuntungannya adalah bahan bakar yang dihasilkan tidak menimbulkan asap, bernilai kalor tinggi dan menurunkan biaya transportasi bila dibandingkan dengan biomassa dalam keadaan awalnya. Kenaikan nilai kalor didapat pada proses pirolisis ini, sebagai contoh, arang yang dihasilkan dari pirolisis mempunyai nilai kalor 2 kali nilai kalor kayu bakar pada berat yang sama.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam proses pirolisis menurut Gustan Pari (2009) adalah:
1.   Bahan baku (jenis biomassa, ukuran, kadar air, permeabilitas dan kapasitas panas)
2.   Suhu dan laju pemanasan
3.   Sumber energi panas dan jenis tungku/kiln yang digunakan
Arang dengan komponen penyusun utamanya berupa karbon dapat digunakan sebagai bahan bakar, filter atau penjerap dengan diolah menjadi karbon aktif, pewarna dengan diolah menjadi karbon black dan berbagai kebutuhan industri kimia lainnya. Penggunaan arang yang lain sebagai reduktor sebagaimana halnya coke pada industri logam, karena mengandung karbon bebas yang tinggi (>70%). Kelebihan arang untuk bahan bakar antara lain, tidak berasap, tidak berbau, api tidak memercik, tidak mengandung belerang, nilai kalor yang tinggi dan sisa pembakaran berupa abu yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Penggunaan lain adalah untuk memasak, membakar daging/barbeque, atau sushi, karena tidak merusak citarasa masakan. Untuk transportasi dan distribusi supaya ekonomis maka arang dipadatkan atau ditingkatkan densitasnya dengan cara dibriket (KPJ Industri, 2009). (Baca juga penggunaan arang aktif dari kulit pisang sebagai penjernih minyak jelantah)

Bahan baku yang dapat dibuat arang adalah semua bahan yang mengandung karbon seperti kayu, daun, tulang, sekam, tempurung kelapa, tempurung biji kemiri dan tempurung biji-bijian lainnya (Gustan Pari, 2009).




Terimakasih atas kunjungannya semoga artikel arang dapat bermanfaat bagi sahabat sains

0 komentar:

Post a Comment