Home » » Sanitasi laboratorium kimia

Sanitasi laboratorium kimia

Sanitasi laboratorium kimia
Laboratorium adalah suatu tempat dimana mahasiswa atau Praktikan, dosen, dan peneliti melakukan percobaan. Bekerja di laboratorium kimia tak akan lepas dari berbagai kemungkinan terjadinya bahaya dari berbagai jenis bahan kimia baik yang bersifat sangat berbahaya maupun yang bersifat berbahaya. Selain itu, peralatan yang ada di dalam Laboratorium juga dapat mengakibatkan bahaya yang tak jarang berisiko tinggi bagi Praktikan yang sedang melakukan praktikum jika tidak mengetahui cara dan prosedur penggunaan alat yang akan digunakan (Baca juga : makalah pengelolaan laboratorium kimia)

Beberapa faktor bahaya dan resiko yang terjadi di laboratorium kimia dapat digolongkan :


Tata ruang
a)             Lantai laboratorium
Kebersihan lantai laboratorium sangat mendukung kegiatan dalam proses pengolahan dan penghidangan makanan dalam laboratorium.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kebersihan lantai laboratorium antara lain :
·                Mengusahakan lantai laboratorium agar dijaga tetap kering untuk menghindari  kecelakaan dalam bekerja.
·                Segera memungut setiap bahan makanan yang terjatuh ke lantai agar makanan yang jatuh tidak terinjak dan akan mengotori lantai lainnya
·                Lantai laboratorium dibersihkan dengan bahan pembersih, secara menyeluruh setiap hari sebelum dan sesudah praktek.
b)             Dinding
Dinding merupakan tembok pemisah antara ruangan satu dengan ruangan yang lain. Kebersihan dinding juga perlu diperhatikan karena bakteri juga dapat berkembang biak  pada dinding atau tembok yang kotor. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
·                Membersihkan tembok dengan bahan pembersih, setelah itu dikeringkan dengan kain hingga kering.
·                Tidak  menggunakan tembok sebagai tempat gantungan bahan makanan,  peralatan  ataupun kain lap.
c)              Saluran air
Saluran air dalam laboratorium merupakan tempat mengalirnya air bekas pencucian bahan makanan, peralatan kerja maupun peralatan makan. Hal- hal yang perlu diperhatikan untuk kebersihan saluran air yaitu:
·                Saluran air limbah tidak  boleh tersumbat oleh kotoran ataupun lemak yang dapat menghambat aliran air.
·                Apabila saluran air limbah berbentuk selokan yang tertutup jeruji besi, maka harus membersihkan dinding selokan dengan bahan pembersih secara rutin.
d)             Penerangan laboratorium
Aktifitas yang baik di laboratorium juga tergantung dari pencahayaan lampu yang digunakan. Untuk itu:
·                Lampu penerangan dapur harus mampu menerangi seluruh bagian area dapur sehingga bagian-bagian dapur yang kotor segera dapat diketahui dan dibersihkan.
·                Lampu penerangan dapur harus cukup terang dan tidak menimbulkan bayang-bayang sehingga mata dapat melihat benda dengan nyaman.

Bahan Kimia
Didalam laboratorium, bahan kimia haruslah bersih karena bahan kimia dapat bereaksi dengan lingkungan sekitarnya baik itu antara bahan kimia dengan bahan kimia maupun bahan kimia dengan manusia.
Bahaya yang dapat ditimbulkan dari bahan kimia yang tidak diberi perlakuan sebagaimana mestinya dapat berisiko misalnya dapat menyebabkan kebakaran, keracunan dan bahan kesehatan lainnya. Oleh karena itu penting untuk menanggani masalah ini.
Agar hal-hal ini tidak terjadi, maka perlu dilakukan hal-hal sebagi berikut :
·           Semua bahan kimia harus tersimpan dalam botol atau kaleng yang sesuai dan tahan lama. Sebaiknya di simpan di tempat-tempat yang kecil dan cukup untuk pemakaian sehari-hari.
·           Tempat persediaan untuk jangka panjang harus tersimpan dalam gudang bahan kimia yang khusus/ gudang dalam tanah misalnya.
·           Setiap saat bahan kimia harus diperiksa secara rutin, untuk menentukan apakah bahan-bahan tersebut masih dapat digunakan atau tidak, dan perbaikan label yang biasanya rusak. Bahan-bahan yang tak dapat digunakan lagi harus dibuang/ dimusnahkan secara kimia.Semua bahan harus diberi tanda-tanda khusus, diberi label dengan semua keterangan yang diperlukan misalnya.:
Ø  nama bahan
Ø  tanggal pembuatan
Ø  jumlah (isi)
Ø  asal bahan (merek pabrik dan lain-lain)
Ø  tinhgkat bahaya yang mungkin (racun, korosiv, higroskopis dll)
Ø  keterangan-keterangan yang perlu (presentase, simbol kimianya dan lain-lain)
Peralatan laboratorium kimia 

Bahan makanan atau hasil olahan makanan dapat terkontaminasi oleh bakteri dari alat laboratorium yang kotor. Maka dari itu, peralatan yang dipergunakan di laboratorium sebaiknya memenuhi kriteria dibawah ini:
a)             Keras dan kuat, sehingga tidak menyerap bahan makanan dan tidak mudah pecah
b)             Rata dan halus pada bagian permukaan luar dan dalam sehingga mudah dibersihkan.
c)              Tahan karat, walaupun sering kena air tapi tidak mudah berkarat karena karat membahayakan kehidupan manusia.
Untuk tujuan pembersihan, menurut Putu Sudiara, Bagus (1996:29) peralatan dapur dikelompokkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan bahan dasar pembuatan alat tersebut :
a)      Besi
Peralatan yang terbuat dari besi seperti alat, pemanggang, wajan, piring untuk steak, dirawat dan dibersihkan :
·         Peralatan yang terbuat dari metal harus segera dibersihkan setelah dipergunakan. Sisa-sisa makanan yang mengering pada metal akan makin sulit dibersihkan.
·         Menggunakan sikat cuci yang lembut untuk mencegah goresan-goresan pada alat yang pada hakekatnya menyulitkan pembersihan berikutnya.
·         Mengeringkan peralatan tersebut dengan menggunkan lap kering.
b)      Marmer
Meja marmer dipergunakan di bagan pengolahan kue dan roti. Peralatan yang terbuat dari marmer agar dibersihkan dengan cara sebagai berikut:
·           Peralatan dibasahi dengan air panas saja (tanpa detergent) kalau peralatan itu tidak dapat dibilas total.
·           Menggosok dengan sikat lembut untuk mencegah terjadinya goresan-goresan.
·           Untuk pembilasan, dibilas dengan air hingga kotoran-kotoran yang melekat dapat terlepas.
·           Kemudian mengeringkan dengan menggunakan  lap kering.
c)      Keramik
Peralatan yang terbuat dari keramik seperti piring, panci, cangkir, mangkok dan lain-lain dibersihkan dengan cara  sebagai berikut:
·           Peralatan direndam dengan air hangat yang dicampur dengan detergent.
·           Menggosok dengan spon pencuci dan tidak menggunakan sikat ataupun alat penggosok yang kasar.
·           Membilas dengan air hangat kurang lebih 70oC.
·           Mengeringkan  dengan lap kering.
d)     Plastik dan melamin
Peralatan yang terbuat dari plastik, dan melamin misalnya piring, mangkok dan lain sebagainya dibersihkan dengan cara sebagai berikut:
·           Peralatan direndam pada air hangat (tidak terlalu hangat dan dicampur dengan detergent)
·           Menggosok dengan spon pencuci yang lembut.
·           Membilas dengan air dingin.
·           Kemudian dikeringkan dengan lap kering atau diatur di atas rak piring.
e)      Tembaga
Peralatan yang terbuat dari tembaga atau dilapisi dengan tembaga adalah peralatan dapur yang terbaik karena tembaga pengantar dan perambat panas yang konstan. Untuk pencuciannya dilakukan dengan cara:
·           Pelaratan direndam dengan  air panas yang  berisi detergent
·           Menggosok dengan sikat bagian luar dan dalam.
·           Bagian tembaga kemudian digosok dengan sempurna dengan menggunakan abu gosok, cuka dan tepung. Kemudian dibilas dan dikeringkan.
·           Untuk mengkilapkan, tembaga digosok dengan bahan polishing sebelum disimpan.
f)       Aluminium
Peralatan yang terbuat dari aluminium seperti panci, wajan, dan lain-lain, sebaiknya tidak dicuci pada air yang mengandung soda atau asam, karena soda dapat merusak lapisan luar yang mengkilap, sedangkan asam akan melarutkan aluminium sehingga dinding alat akan terikis oleh asam. Pembersihan peralatan aluminium dilakukan sebagai berikut:
·           Peralatan direndam dengan air panas berisi detergent
·           Menggosok  dengan menggunakan sikat halus lalu membilas lapisan yang berwarna hitam kemudian hilangkan dengan larutan asam.
·           Membilas  dengan air bersih.
·           Mengeringkan  dengan menggunakan  lap kering.
g)      Kayu
Kayu mempunyai sifat mudah mengisap air. Air dan cairan dari bahan makanan yang diisap oleh kayu akan memberi peluang untuk bakteri berkembang biak dan akhirnya mencemari makanan.
Menurut Widyati, Retno dan Yuliarsih (2002:46) tehnik pencucian peralatan laboratorium antara lain:
a)             Pertama, menggunakan bak cuci yang terdiri dari dua bak. Bak pertama digunakan untuk merendam alat dapur yang kotorannya telah disingkirkan, di dalam air panas bertemperatur sekitar 40-500C dengan campuran sabun atau detergen.
b)             Bak yang kedua digunakan untuk membilas dengan menggunakan air yang panas sekali dengan temperatur 770C – 820C.
c)              Untuk mencapai hasil yang baik diperlukan pembilasan sebanyak dua kali, kemudian diletakkan pada rak-rak hingga kering. Jadi sebaiknya tidak dikeringkan dengan menggunakan kain pengering tersebut karena mengandung bakteri-bakteri yang disebabkan oleh penggunaan kain tersebut berkali-kali.
d)             Cara yang baik ialah pengeringan dengan menggunakan kertas pengering yang hanya dapat digunakan sekali untuk setiap pemakaian.

e)             Bak cuci sebaiknya terbuat dari stainless steel serta dilengkapi dengan keran air panas dan dingin.

0 komentar:

Post a Comment