Home » » Penyakit paru akibat kerja

Penyakit paru akibat kerja

Sahabat Blog sains, setelah sebeleumnya admin telah membahas pngendalian penyakit akibat kerja, kali ini admin juga akan berbgai materi yang berhubungan erat dengannya




Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang mempunyai penyebab yang spesifik dengan pekerjaan, pada umunya dari 1 agent penyakit, harus ada hubungan sebab akibat antar proses penyakit dan hazard di tempat kerja (Ikhsan, 1998).
Penyakit paru akibat kerjaAda beberapa penyakit yang timbul akibat dari lingkungan pekerjaan, terkhusus  dalam hal ini adalah debu, dengan kadar cukup tinggi debu dapat mengakibatkan penyakit antara lain silicosis, pneumoconiosis, bronchitis, asbestosis, bisinosis, asma, hemosiderosis, kanker paru dan lain-lain.
Secara umum penyakit paru terbagi atas 3 bagian yaitu :
1.       Akibat debu organik, biasanya pabrik-pabrik yang memproduksi bahan-bahan makanan,mebel dan semisalnya akan menghasilkan debu seperti ini, misalnya debu padi-padia (Grain worker disease), debu kayu
2.       Akibat debu anorganik, pabrik-pabrik yang memproduksi atau menggunakan bahan baku mineral, logam dan yang sejenisnya akan menghasilakan debu anorganik seperti  pabrik semen, pabrik las, tempat konstruksi bangunan dan lain-lain . debu ini bisa benbentuk debu silica (Silicosis), debu asbes (Asbetosis), debu timah (Stannosis)
3.       Penyakit paru pekerja akibat gas iritan, 3 polutan yang paling banyak mempengaruhi kesehatan paru antara lain sulfur diosida (SO2), Nitrogen dioksida (NO2) dan Ozon (O3)
Bila penyakit paru akibat kerja telah terjadi, umumnya tidak ada pengobatan yang spesifik dan efektif untuk penyembuhan. Gejala biasanya akan timbul apabila penyakit sudah lanjut. 
Ada istilah “sedia paying sebelum hujan” mungkin hal inilah yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi perkembangan penyakit sekaligus tindakan pencegahan awal. Adapun usaha-usaha tersebut antara lain :
1.       Pemakaian alat pelindung diri
2.       Pemeriksaan kesehatan secara berkala
3.       Penyuluhan bagi para pekerja
4.       Mengisolasi bahan produksi yang dianggap berbahaya
5.       Subtitusi, yang dimaksud hal ini yaitu mengganti bahan berbahaya dengan bahan yang lebih aman
6.       Konstruksi bangunan yang sehat, dalam hal ini bangunan harus memiliki standar kesehatan seperti ventilasi atapun kelengkapan lainnya
Baca juga alat spirometer yang dapat mengetahui seberapa besar volume dan kapastitas paru-paru seseorang.
Semoga anda memahami artikel penyakit paru akibat kerja, dan semoga anda terhindar dan dapat mengindari penyakit akibat kerja setelah membaca artikel ini

0 komentar:

Post a Comment