Home » , » Pengendalian penyakit akibat kerja

Pengendalian penyakit akibat kerja


Penyakit yang diakibatkan oleh lingkungan kerja akan selamanya terus terjadi bahkan jumlah penderi
tanya semakin bertambah, oleh karena itu perlu adanya suatu tindakan pengendalian. Dalam hal ini ada 4 langkah pengendalian penyakit akibat kerja yang perlu dilakukan.
1.         Pengendalian melalui perundang-undangan (Legislative Control), beberapa undang-undang tersebut antara lain :
a.         UU No. 13 tahun 203 tentang ketenagakerjaan
b.         Petugas Kesehatan non Kesehatan, UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
c.          UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
d.         Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 140/05 tahun 2002 tentang persyaratan kesehatan lingkungan kerja
2.         Pengendalian melalui administrasi/organisasi (administrative control)
a.         Persyaratan penerimaan tenaga kerja/karyawan yang meliputi batas umur, jenis kelain dan syarat kesehatan.
b.         Pengaturan jam kerja
c.          Penyusunan SOP (standar Operating Procedures)
d.         Pelaksanaan prosedur keselamatan kerja
e.         Pemeriksaan secara berkala terhadap penyebab kecelakaan kerja dan upaya prventif
3.         Pengendalian secara teknis (Engineering Control)
a.       Subtitusi bahan, alat dan proses kerja yang berbahaya menjadi yang lebih aman
b.      Penggunaan alat pelindung diri
c.       Perbaikan sistem ventilasi
4.         Pengendalian melalui jalur kesehatan (medical Control)
Pengendalian kecelakaan kerja melalui kesehatan merupakan suatu upaya menemukan gangguan sedini mungkin dengan cara mengenal kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dengan deteksi dini, maka upaya pengendalian atau bahkan mengurangi pendertiaan dapat dilakukan serta mempercepat pemulihan kemampuan produktivitas  masyarakat ekerja.
Adapun pemeriksaan kesehatan kecelakaan kerja meliputi :
a.       Pemeriksaan awal adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum seseorang/calon pekerja mulai melaksanaan pekerjaannya pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang status kesehatan calon pekerja dan mengetahui apakah calon pekerja tersebut  ditinjau dari segi kesehatannya sesuai dengan pekerjaan yang akan ditugaskan padanya.
Pemeriksaan awal ini meliputi :
1)      Pemeriksaan pekerja
2)      Penyakit yang pernah diderita
3)      Alergi
4)      Imunisasi yang pernah didapat
5)      Pemeriksaan badan
6)      Pemeriksaan laboratorium rutin
b.      Pemeriksaan berkala adalah pemeriksaan kesehatan yang dilaksakan secara berkala dengan jangka waktu berkala yang disesuaikan dengan resiko kesehatan yang dihadapi

c.       Pemeriksaan khusus merupakan pemeriksaan yang dilakukan secara khusus diluar waktu pemeriksaan berkala.

0 komentar:

Post a Comment