Home » , » Pengendalian Nyamuk Secara Genetik

Pengendalian Nyamuk Secara Genetik

Dalam wikipedia disebutkan bahwa Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order Diptera; genera termasuk Anopheles,Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes
, Wyeomyia, Culiseta, danHaemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang merangkum 2700 spesies. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm.

masih dalam wikipedia Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai "Mosquito", berasal dari sebuah kata dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan kataMosquito bermula sejak tahun 1583. Di Britania Raya nyamuk dikenal sebagai gnats


Serangga terutama nyamuk selalu dianggap sebagai penggangu, bahkan perilaku nyamuk yang suka menghisap darah manusia dapat menimbulkan berbagai macam penyakit mulai penyakit yang ringan hingan menimbulkan kematian. Penyakit tersebut dapat berupa iritasi kulit, demam berdarah, malaria hingga penyakit kaki gajah (wah kok ngeri amat yaaaa)

Seiring berkembangnya pengetahuan, berbagai macam cara yang dikembangkan untuk mengendalikan serangga yang bernama Nyamuk ini, mulai dari penggunaan anti nyamuk bakar, oles, eletrik, Ultra Violet dan hingga yang terbaru yaitu pengendalian secara genetic. Nah bagaimana sih pengendalian nyamuk secara genetic?? Mungkin penjelasan berikut bisa mendapat pengetahuan anda

Pengendalian ini bertujuan mengganti populasi serangga yang berbahaya dengan populasi baru yang tidak merugikan yaitu dengan cara mengubah kemampuan reproduksi dengan jalan memandulkan serangga jantan. Pemandulan ini dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti preparat TEPA atau dengan radiasi Cobalt 60, antimiotik, antimetabolit dan bazarone (ekstrak dari tanaman Aeorus calamus), kemudian serangga yang telah mandul ini diperbanyak lalu dilepaskan di alam bebas. Zat kimia atau radiasi itu merusak DNA di dalam kromosom sperma tanpa mengganggu proses pematangan, ini disebut steril male technic release. Cara lain yaitu dengan radiasi yang dapat mengubah letak susunan dalam kromosom disebut chromosome translocation. Mengawinkan antar strain nyamuk dapat menyebabkan sitoplasma telur tidak dapat ditembus oleh sperma sehingga tidak terjadi pembuahan, disebut cytoplasmic incompatibility. Mengawinkan serangga antar spesies yang terdekat akan mendapatkan keturunan jantan yang steril disebut hybrid sterility (Srisasi Gandahusada, dkk, 2000: 247).

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dikomentari bahwa pengendalian nyamuk secara genetic ini  dilakukan, mengingat bahwa nyamuk merupakan bagian dari suatu rantai makan, sehingga memusnahkan serangga ini akan menimbulkan suatu masalah baru terutama dalam rantai makanan.

Teknologi akan terus berkembang, mungkin suatu saat nanti kita anda mendapatkan suatu informasi baru untuk mengendalikan si nyamuk ini…

jikan anda ingin makalah brugia malai, silahkan kunjungi ink yang sudah saya buat

Semoga artikel pengendalian nyamuk secara genetik  ini banyak membrikan manfaat bagi pembaca blog sains. Jangan lupa berkunjung lagi ya…

0 komentar:

Post a Comment