Home » , , » Pendahuluan Proses biokimia Vitamin K

Pendahuluan Proses biokimia Vitamin K

Pendahuluan vitamin K
Pada tahun 1929, ilmuwan Denmark Henrik Dam meneliti sifat kolesterol dengan cara memberi makan ayam-ayam dengan makanan berkolesterol. Setelah beberapa minggu, ayam-ayam tersebut terserang hemorrhages (penyakit pengenceran darah) dan mulai mengalami pendarahan. Meskipun pemberian kolesterol dihentikan, pendarahan tetap berlanjut. Bersamaan dengan itu, Edward Adelbert Doisy dari Universitas Santa Louis menemukan senyawa baru hasil ekstraksi makanan. Senyawa ini kemudian disebut coagulation vitamin. Penemuan senyawa ini kemudian diterbitkan dalam jurnah ilmiah Jerman dengan judul Koagulation vitamin (bahasa Jerman) yang nantinya dikenal dengan nama vitamin K diambil dari kata Koagulation.
Pada tahun 1939 beberapa laboratorium (Universitas Copenhagen, Jurusan Pathology Universitas Iowa, dan Mavo Clinic) mulai membuat senyawa tersebut dan digunakan dalam percobaan seperti yang dilakukan Henrik Dam. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pendarahan ayam-ayam tersebut berhenti setelah diberikan asupan vitamin K dalam jumlah yang signifikan. Penggunaan vitamin K pada manusia dimulai tahun 1938 oleh Smith, Warner, dan Brinkhous untuk pengobatan penyakit hemorrhage akibat kekurangan prothrombin.
Akhirnya, pada tahun 1943 Henrik Dam dan Edward A. Doisy mendapat hadiah nobel kesehatan atas penemuan vitamin K1 dan K2.
Vitamin K merupakan senyawa organik yang dibutuhkan dalam proses biokimia tubuh manusia. Tidak seperti vitamin yang lain, vitamin K dapat disintesis oleh tubuh. Seperti halnya vitamin yang lain, vitamin K dibutuhkan dalam jumlah sedikit yaitu  hanya 1 mikrogram untuk tiap kilogram berat tubuh manusia.
Vitamin K merupakan salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin K stabil terhadap pemanasan dan bahan-bahan pereduksi, namun tidak stabil dalam suasana alkalis dan peka terhadap sinar sehingga botol penyimpanannya harus berwarna gelap.
Makalah proses Biokimia vitamin K dalam tubuh ManusiaAsupan vitamin K berguna untuk proses pembekuan darah terutama saat terjadi luka, dan pembentukan tulang pada janin.
Pada bayi yang baru lahir, asupan vitamin K sangat diperlukan karena bayi belum dapat mensintesis sendiri vitamin K di dalam tubuhnya, sehingga memerlukan sumber vitamin K dari luar (biasanya diberikan dalam bentuk suntikan maupun oral).
Ada beberapa zat yang bersifat anti-vitamin K, salah satunya adalah dicoumarin/coumadin yang bersifat anti-koagulan dan biasanya digunakan sebagai pembasmi hama. Sehingga vitamin K dapat digunakan sebagai penawar pada  kasus keracunan dicoumarin/Coumadin.

bagi anda yang ingin mendowload makalah Proses Biokimia Vitamin K dalam Tubuh Manusia silahkan download pada link makalah vitamin Proses Biokimia Vitamin K dalam Tubuh Manusia

jika terdapat kerusakan pada link download yang diberikan oleh blog sains, silahkan berikan komentar agar kami segera perbaiki

0 komentar:

Post a Comment