Home » , , » Pemurnian Minyak jelantah dengan arang Tempurung

Pemurnian Minyak jelantah dengan arang Tempurung

pemurnian minyak jelantan dengan arang tempurung
Arang tempurung kelapa adalah produk yang diperoleh dari pembakaran tidak sempurna terhadap tempurung kelapa. Arang dapat diolah lebih lanjut menjadi arang aktif, dan sebagai bahan pengisi dan pewarna pada industri karet dan plastik. Pembakaran tidak sempurna pada tempurung kelapa menyebabkan senyawa karbon kompleks tidak teroksidasi menjadi karbon dioksida. Peristiwa tersebut disebut sebagai pirolisis. Pada saat pirolisis, energi panas mendorong terjadinya oksidasi sehingga molekul karbon yang komplek terurai sebagian besar menjadi karbon atau arang. Pirolisis untuk pembentukan arang terjadi pada suhu 150~300 oC. Pembentukan arang tersebut disebut sebagai pirolisis primer. Arang dapat mengalami perubahan lebih lanjut menjadi karbon monoksida, gas hidrogen dan gas-gas hidrokarbon. Peristiwa ini disebut sebagai pirolisis sekunder.Karbon aktif merupakan produk lanjutan dari arang. Karbon aktif bersifat menyerap segala kotoran yang ada di sekitarnya. Secara umum karbon atau arang aktif dapat dibuat dari arang tempurung dengan pemanasan pada suhu 600-2000 oC pada tekanan tinggi. Pada kondisi ini akan terbentuk rekahan-rekahan (rongga) sangat halus dengan jumlah sangat banyak, sehingga luas permukaan arang menjadi sangat besar. 1 (satu) gram karbon aktif pada umumnya memiliki luas permukaan 500-1500 m2, sehingga sangat efektif dalam menangkap fartikel-fartikel yang sangat kecil 0,01-0,0000001 mm. Karbon aktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon aktif tersebut baik di air maupun di udara. Maka karbon aktif banyak digunakan untuk penyaringan baik air ataupun udara. Karbon aktif apabila digunakan sebagai penyaring udara, maka pori-porinya akan menangkap berbagai polusi yang berterbangan di udara. Dalam waktu 60 jam, arang aktif biasanya akan jenuh, sehingga biasanya arang aktif dikemas dalam kemasan kedap udara.

Karbon aktif yang dapat digunakan dalam daur ulang minyak goreng dapat berasal dari hasil pembakaran jerami padi, sabut padi, dan dari batok kelapa. Yang akan digunakan dalam modul ini yaitu karbon aktif yang berasal dari pembakaran tempurung kelapa. Arang mempunyai pori yang sangat banyak sehingga dapat menyerap berbagai kotoran. Dengan demikian arang atau karbon aktif banyak digunakan dalam penyaringan atau penjernihan baik air ataupun yang lainnya.

b. Alat dan Bahan
1)      Alat
·           Gelas ukur
·           Gelas Kaca Bening
·           Penyaring
·           Sendok dan Pisin
2)      Bahan

·           Minyak goreng bekas (jelantah) Arang Tempurung Kelapa
c. Langkah Kerja
1)      Ukurlah 100 ml minyak goreng bekas dengan menggunakan gelas ukur
2)      Masukkan 100 ml minyak goreng ke dalam gelas kaca
3)      Hancurkan arang tempurung kelapa
4)      Masukkan satu sendok makan bubuk arang tempurung kelapa ke dalam gelas kaca yang sudah diisi 100 ml minyak goreng bekas
5)      Aduk dengan menggunakan sendok atau batang pengaduk
6)      Tutup gelas yang sudah berisi campuran minyak goreng dengan arang tempurung kelapa menggunakan pisin
7)      Diamkan selama 24 jam
8)      Saring campuran minyak arang tempurung kelapa.

d. Hasil

Hasil dari daur ulang jelantah dengan menggunakan arang tempurung kelapa, warna lapisan atas minyak ter- lihat lebih cerah dari jelantah, namun di lapisan bawah masih ada endapan hitam, dan ada arang tempurung kelapa dibagian atas. Hal ini disebabkan ada sebagian arang yang tidak tersaring. Sehingga lebih bagus lagi kalau pada proses penyaringannya menggunakan keretas saring. Pudarnya warna minyak jelantah, disebabkan karena adanya daya ikat arang tempurung kelapa terhadap kotoran-kotoran yang terdapat dalam minyak jelantah. Untuk lebih telitinya lagi, melihat penampakan fisik dari minyak goreng perlu dilakukan pengukuran intessitas warna, salah satu caranya dengan menggunakan spektrofotometri. Minyak jelantah banyak mengandung asam lemak bebas, sebagai akibat adanya proses oksidasi yang dipicu salah satunya oleh panas. Untuk melihat berapa jumlah asam lemak bebas (Free Fatty Acid) harus dilakukan analisa kimia dengan mencari angka asam. Subetty, siswa SMU Stela Duce 1 Yogyakarta pemenang I bidang teknologi LKIR-LIPI tahun 2001, berdasar penelitiannya menyimpulkan, perendaman arang tempurung dan lidah buaya dalam minyak jelantah sisa penggorengan selama 24 jam, terbukti memperbaiki kualitas khemis maupun fisik minyak. Bahan yang terbukti lebih baik dalam meningkatkan kualitas minyak adalah lidah buaya (”Republika”, 25/2). Perlakuan itu dapat menurunkan dampak negatif terhadap kesehatan meliputi penurunan FFA sebanyak 58,3% dan penurunan angka peroksida sebesar 75%.(Yuga Pramita, 2002)

Disarikan dari  Ai Mahmudattusa’adah, 2012. Modul Minyak. (On-line). 


semoga artikel pemurnian minyak jelantah dengan arang Tempurung bermanfaat bagi sahabat blog Sains


0 komentar:

Post a Comment