Home » , » Membuat sabun dari abu sekam padi dan minyak jelantah

Membuat sabun dari abu sekam padi dan minyak jelantah

Sahabat BLOG sains kali ini admin memosting tentang sains terapan lagi... silahkan di  baca ya... 


Sabun adalah bahan yang telah dikenal sejak jaman dahulu kala sekitar abad ke-18, digunakan sebagai bahan pencuci
Membuat sabun dari abu sekam  padi dan minyak jelantah
dan pembersih. Sabun pertama dibuat oleh orang Arab dan orang persia dihasilkan dari campuran lemak domba dengan abu tumbuhan laut. Namun dari sekian banyak versi penemuan, saya akan mengambil satu contoh penemuan sabun yang ditemukan oleh bangsa Romawi kuno. Nama Sapo/soap/sabun menurut legenda Romawi kuno (2800 SM) berasal dari gunung Sapo, di mana binatang dikorbankan untuk acara keagamaan. Lemak yang berasal dari binatang tersebut (kambing) dicampur dengan abu kayu untuk menghasilkan sabun atau sapo, pada masa itu. Ketika hujan, sisa lemak dan abu kayu tersebut mengalir ke sungai Tiber mereka mendapati air tersebut berbusa dan pakaina mereka lebih bersih. Sejak saat itulah asal usul sabun dimulai.

Minyak goreng merupakan salah satu bahan kebutuhan pokok yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam skala kecil dalam rumah tangga maupun skala besar seperti pada industri makanan. Minyak goreng merupakan salah satu jenis lemak yang mengandung protein, asam lemak baik yang jenuh maupun yang tak jenuh. Penggunaan minyak goreng dalam kehidupan masyarakat sering kali menimbulkan berbagai masalah, misalnya penurunan kualitas minyak goreng yang disebabkan penggunaan secara berulang, sehingga mempengaruhi sifat fisis minyak goreng, antara lain warna menjadi coklat ( minyak menjadi jenuh ), timbul bau dan rasa yang tidak enak ( tengik ) akibat preoses pengasaman ( rancidity ) yang disebabkan karena terjadinya hidrolisa dimana asam yang dibebaskan dalam minyak terutama asam lemak tak jenuh teroksidasi oleh udara.

Sekam padi adalah limbah pertanian yang sekaligus adalah merupakan sumber bahan baku tak terbatas dan selalu tergantikan. Sekam padi juga merupakan bahan yang berserat. Abu hasil pembakaran sekam padi merupakan salah satu limbah yang mengandung silika / karbon yang cukup tinggi, serta alkali bebas.Pemanfaatan minyak goreng bekas ( jelantah ) sebagai sumber asam lemak, direaksikan dengan basa yang sumbernya diperoleh dasri hasil ekstraksi abu sekam padiyang mengandung senyawa basa kalium, ditambah dengan basa kalium hidroksida akan diperoleh sabun melalui proses penyabunan.

Berdasarkan kedua hal diatas, maka tulisan ini kami rancang

METODE PELAKSANAAN
Bahan yang Digunakan
Bahan – bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Bahan baku
1.             Minyak bekas pakai (jelantah), diperoleh dari pedagang ayam goreng, dan penjual gorengan.
2.             Abu sekam padi, diperoleh dari petani di daerah Cibitung, Jabar.

Bahan Penunjang
1.             KOH
2.             Alcohol 95 %
3.             HCl.
4.             Indicator Phenol Ptalein (PP).
5.             Indicator Methyl Red (MR)
6.             Aquadest,
7.             NaOH
8.             Bentonit teknis

Alat yang Digunakan
A. Alat Gelas dan Non Gelas
1.             Labu leher tiga,
2.             Thermometer 0 – 150 oC,
3.             Kertas saring
4.             Corong gelas
5.             Penyanggah corong
6.             Buret Schelbach 50 mL
7.             Pendingin balik
8.             Statif dan klem
9.             Labu Cassia 500 mL
10.         Erlenmeyer 300 mL
B. Alat Instrumen
1.             Timbangan Analitik
2.             Kompor Listrik
3.             StopWatch
4.             Mixer, Maspion
5.             Dandang

METODE PENELITIAN
Proses Penjernihan Minyak Jelantah (Bleaching Earth) Dengan Menggunakan Bentonit
1.             Menyaring 1000 mL minyak jelantah dengan menggunakan saringan mesh 10, untuk memisahkan partikel-partikel pengotor.
2.             Hasil saringan dipanaskan sampai suhu >70oC
3.             Menambahkan 10 gram bentonit teknis kedalam minyak tersebut sambul diaduk – aduk selama 30 menit
4.             Kemudian campuran tersebut disaring menggunakan saringan mesh 80 sehingga diperoleh filtrate minyak jelantah yang lebih jernih dan bersih.

Ekstraksi Abu Sekam Padi.
1.             Sekam padi di jemur dibawah sinar matahari sehinggga diperoleh sekam padi yang kering.
2.             Kemudian sekam padi tersebut dibakar sampai diperoleh abu sekam padi yang berwarna hitam dan merata.
3.             Menimbang contoh abu sekam padi sebanyak 100 Gram.
4.             Memasukkan kedalam Erlenmeyer 300 mL dan dilarutkan dengan air sampai volume 250 mL.
5.             Mengukur pH larutan tersebut.
6.             Melakukan proses leaching larutan abu sekam padi padi suhu 90oC dengan lama pengadukan 30 menit
7.             Kemudian disaring menggunakan kertas saring kasar
Pembuatan Sabun Dengan Proses Saponifikasi
1.             Mepipet 50 ml filtrat ekstrak abu sekam padikedalam erlenmeyer 300 ml.
2.             Metambahkan KOH 1:0 ; 1:2 ; 1:1 ; 2:1 ; 0;1.
3.             Kemudian kedalam.  campuran tersebut dimasukkan 250 ml minyak jelantah yang telah diketahui angka penyabunannya sedikit demi sedikit.
4.             Melakukan proses penyabunan ( saponifikasi ) pada suhu 250C dan 1000C dengan menggunakan labu didih leher tiga, dengan waktu pengadukan 60 menit. Kemudian mengendapkannya selama 30 menit.

Variasi diatas merupakan hal yang perlu anda bandingkan mana kualitas sabun yang terbaik, hal ini tentunya dengan melakukan uji kimia terhadap sabun yang dihasilkan.
Semoga artikel Pembuatan sabun dari abu sekam  padi dan minyak jelantah memberikan manfaat bagi para pembaca


Disarikan dari

 Romlih Suhardi, dkk. 2012.  Pemanfaatan Abu Sekam Padi Dalam Proses Pembuatan Sabun Dengan Menggunakan Minyak Jelantah. Universitas Muhammadiyah : Jakarta 

0 komentar:

Post a Comment