Home » » Kalorimeter BOM

Kalorimeter BOM

kalorimeter bomSahabat Blog Sains, kali ini kami sedit berbagi materi kalorimeter atau lebih khususnya kalorimeter bom. Silahkan disedot..
Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar. Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap kalor (kalorimeter), dan sampel akan terbakar oleh api listrik dari kawat logam terpasang dalam tabung (id.wikipedia.org).
Kalorimeter bom digunakan untuk mengukur kalor yang  dikeluarkan ketika sebuah zat terbakar. Pemakaian yang penting adalah membakar makanan untuk menentukan kadar kalorinya, dan pembakaran biji dan zat lain untuk menentukan kadar energi,  atau kalor pembakarannya. Sampel zat yang telah ditimbang dengan teliti,  bersama dengan jumlah kelebihan oksigen pada tekanan tinggi, diletakkan pada bejana yang tersegel (“bom”). Bom tersebut diletakkan di air kalorimeter dan kawat halus yang  disambungkan ke bom dipanaskan sebentar, yang menyebabkan campuran tersebut terpicu (hogasaragih.files.wordpress.com).
Analisa kalor suatu bahan bakar dimaksudkan untuk memperoleh data tentang energi kalor yang dapat dibebaskan oleh suatu bahan bakar dengan terjadinya reaksi/proses pembakaran (Eddy dan Budi, 1990 dalam Mirmanto). Nilai kalor menunjukkan kalor yang berpindah bila hasil pembakaran sempurna. Menurut standar ASTMD 2015 nilai kalor ditentukan dalam uji standar dalam Bom Kalorimeter. Ada dua macam penentuan: nilai kalor tinggi (atau bruto) (HHV, higer heating value) dimana diandaikan bahwa semua uap yang terbentuk telah terkondensasi; sehingga dalam hal ini termasuk kalor laten penguapan uap air dalam produk; dan nilai kalor rendah (lower heating value, LHV) yang tidak mencakup kalor laten tersebut.(M. M. El-Wakil, 1992 dalam Mirmanto)
Macam-macam kalorimeter :
a. Ishotermal Oxigen Bomb Calorimeter
Kenaikkan suhu dari inner vessel (Calorimeter Bucket) dapat diperiksa, sedang suhu out vessel (jacket) konstan. Suhu jacket dapat diatur terus menerus selama penetapan untuk tetap sama dipertahankan terhadap Calorimeter Bucket.
b. Adiabatic Oxigen Bomb Calorimeter
Tidak diperlukan koreksi radiasi panas dan hanya memerlukan pemeriksaan suhu awal dan akhir calorimeter dan suhu jacket terpaku sama terhadap suhu linier vessel selama penetapan. Perbedaannya dengan jenis yang pertama bahwa isothermal memerlukan pengukuran/pemeriksaan suhu awal, antara dan suhu akhir.
c. Ballistic Oxigen Bomb Calorimeter
Sampel yang diketahui beratnya ditetapkan kalorinya dengan dibakar di dalam suatu bomb yang berisi oksigen yang berlebihan, kemudian kenaikan maksimum dari bomb diukur dengan termokopel dan galvanometer. Dengan membandingkan kenaikkan suhu dengan sampel standar yang telah diketahui nilai kalornya dengan cara pembakaran asam benzoat dalam bomb calorimeter.
Ok. Gimana sudah mengerti dengan materi kalorimeter bomnya… jika sudah kami ucapkan terimakasih atas kunjungannya.


0 komentar:

Post a Comment