Home » , , » Briket Sekam Padi

Briket Sekam Padi

Biobriket adalah salah satu cara yang digunakan untuk mengkonversi sumber energi biomassa ke bentuk biomassa lain dengan cara dimampatkan sehingga bentuknya menjadi lebih teratur. Biobriket tersebut merupakan bahan bakar alternatif untuk rumah tangga, sebagai pengganti energi kayu atau bahan bakar minyak. Dengan menggunakan biobriket maka akan terjadi penghematan biaya bahan bakar sebesar 50%.
Briket bisa terbuat dari apa saja, selama dia bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternative. Namun kali ini blog atom secara khusus akan membahas briket yang terbuat dari arang sekam padi.

Mengapa sekam padi dijadikan briket
briket sekam padiSekam padi merupakan limbah dari proses penggilingan padi. Sekitar 20-30% dari bobot padi adalah sekam, sisanya berupa dedak antara 8-12% dan beras giling antara 50-63,5% (Balai  Penelitian dan Pengembangan Pertanian). Limbah sekam ini sebenarnya telah dimanfaatkan namun pemanfaatannya masih sangat terbatas, antara lain sebagai media tanaman hias, pembakaran bata merah, alas pada peti telur, dan keperluan lokal yang masih sangat sedikit (Ridwan Rahmat, 2006), sehingga pemanfaatannya dapat dimaksimalkan lagi dengan mengkonversinya menjadi bahan baku bioenergi khususnya biobriket

Bagaimana pembuatannya??
 Sekam padi giling yang dicampur dengan bahan perekat berupa gel yang berasal dari tepung kanji atau tepung tapioka (cassava starch) dan kemudian dipadatkan. Tepung tapioka dipilih sebagai perekat karena rendemen dan mutu arang briket yang dihasilkan lebih baik daripada arang briket yang menggunakan tepung sagu dan tepung terigu sebagai perekat (Afadil, 2008).
Pembuatan arang sekam dimaksudkan untuk memperbaiki sifat fisik sekam agar lebih mudah ditangani dan dimanfaatkan lebih lanjut. Salah satu kelemahan sekam bila digunakan langsung sebagai sumber energi panas adalah menimbulkan asap pada saat dibakar. Hal ini mengakibatkan bahan yang dikeringkan berbau asap dan warna bahan berubah sehingga menurunkan kualitas bahan disamping menimbulkan polusi udara (Sigit Nugraha dan Jetty Setiawati, 2001).
Perbandingan komposisi bahan perekat dan arang sekam yang dicampurkan sangat berpengaruh terhadap mutu arang briket yang diperoleh. Oleh karena itu, perbandingannya harus tepat agar diperoleh briket arang sekam yang bermutu baik. Menurut Yuni Hermawan, terdapat suatu komposisi gel amilum optimum yang membuat kadar air minimum, nilai kalor maksimum dan briket mudah terbakar.
Perbandingan komposisi arang sekam padi dan bahan perekat (tepung tapioka) yang dapat menghasilkan arang briket sekam padi yang paling baik digunakan sebagai bahan bakar jika dilihat dari nilai kalor yang dihasilkan adalah 6 : 1, sedangkan jika dilihat dari lama nyala arang yang dihasilkan adalah 10 : 1. (Nibta Anita Sari, 2010)

Sumber :
Afadil.2008. Kajian Teknologi Pengolahan Arang Briket dari Sabut Kelapa. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Sains, PSPK FKIP UNTAD, Palu, 16 Mei 2009.
Balai  Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Sekam Padi Sebagai Sumber Energi Alternatif dalam Rumah Tangga Petani,  7 Mei 2009).
Rahman, R. 2006. Giliran Sekam Untuk Bahan Bakar Alternatif. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 14 Mei 2009).
Sigit Nugraha dan Jetty Setiawati, 2001. Peluang Agribisnis Arang Sekam, s 7 Juli 2009).
Yuni Hermawan. Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar dalam Bentuk Briket,  7 Juli 2009).






0 komentar:

Post a Comment