Home » , » 5 Prinsip Pendekatan Lingkungan

5 Prinsip Pendekatan Lingkungan


oleh : Rajman Atom Green
Prinsip pendekatan lingkungan sebagai pendekatan ekologis dapat dikelompokkan menjadi 5 yaitu :
1.         Isolation (isolasi)
Isolasi adalah usaha membuat jarak antara manusia dengan faktor lingkungan yang berbahaya. Usaha ini meliputi pengadaan tempat sampah, membuat septic tank, drainase, ruang khusus untuk listrik, pompa, generator, obat dan lain-lain
2.         Subtitution (subtitusi)
Subtitusi adalah pengganti berbgai zat, energi, alat atau komponen lain yang dianggap sebagai sumber berbahaya.
Misalnya mengganti knalpot mobil, mengganti kabel yang tua, mengganti lantai yang retak, mengganti dinding kaca yang rusak, mengganti ion atau senyawa kimia yang menimbulkan polusi dan lain-lain.
3.         Shielding
Shielding adalah menggunakan alat pelindung bahan untuk menghadapi faktor lingkungan berbahaya, seperti memakai pakaian kerja, masker, sarung tangan, kaca mata, helm dan lain-lain
4.         Traetment (pengolahan)
Treatment adalah proses pengolahan lingkungan yang meliputi removal, destruction inhibition dan conversion.
a.       Removal (pengurangan)
Removal adalah usaha menghilangkan atau mengurangi polutan fisika dan kimia pada faktor lingkungan yang sangat dibutuhkan  manusia.
b.      Destruction (detruki)
Destruksi adalah uaha merusak atau membunuh faktor lingkungan biologis, seperti mikroba pathogen dan vector penyakit. Usaha ini sering disebut sebagai usaha disinfeksi dan strilisasi.
Destruksi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1)        Destruksi animate
Destruksi yang ditujuan kepada anggota badan antara lain   tangan, badan dan rambut  dengan jalan mencuci memakai anti septic, seperti sabun anti septic atau disinfektan iodopher,  chlorhexi dine gluconat atau hexa chlorophen.
2)        Destruksi in animate
Destruksi yang ditujukan kepada benda/peralatan. Semua peralatan untuk pelayanan kesehatan harus dalam keadaan steril.  Sterilisasi dapat dilakukan dengan autoclave, air mendidh atau disinfektan kuat.
Mengelola air bersih mennjadi air minum dapat dilakukan dengan disinfeksi seperti merebus, chlorinasi atau radiasi ultraviolet.
c.       Inhibition (inhibisi)
Inhibisi adalah merubah kebiasaan lingkungan hidup bakteri. Contoh : menambah kadar garam dan gula pada makanan, merubah suhu pada makanan sehingga menghambat pertumbuhan bakteri (misalnya menyimpan bahan  makanan dalam lemari pendingin)
d.      Conversion
Konvenrsio adalah perubahan subtitusi yang bersifat mengganggu menjadi kurang mengganggu. Contoh : asam kuat dicampur dengan basa kuat sehingga menjadi larutan yang netral.
5.         Prevention (prevensi)


Prevensi adalah suatu upaya mencegah supaya individu terhindar dari infeksi penyakit atau gangguan kesehatan. Contohnya imunisasi terhadap penyakit tertentu, propilaksi untuk menghindari infeksi, penggunaan air bersih yang dimasak terlebih dahulu dan sebagainya.

0 komentar:

Post a Comment