Home » » Warna dan penglihatan

Warna dan penglihatan

Oleh : Rajman
Warna memainkan peranan penting dalam masyarakat sejak manusia pertama kali mengetahui bagaimana mewarnai pakaian dan benda-benda lain. Warna merupakan hasil dari suatu perangkat kompleks (dari) respon faali meupun psikologis terhadap panjang gelombang cahaya antara 400-750 nm, yang jatuh pada selaput jala (retina) mata. Jika semua panjang grlombang cahaya tampak mengenai selaput jala, akan dirasakan(diterima) wana putih; Jika tidak satupun yang mengenai selaput jala, akan dirasakan warna hitam atau kegelapan. Jika panjang gelombang dengan rentang (range) sempit jatuh pada selaput jala, akan diamati warna-warna individu.
Penginderaan warna ditimbulkan oleh berbagai proses fisis. Berikut ini beberapa contoh bagaimna cahaya dengan suatu panjang gelombang tertentu dapat diarahkan ke mata :
1.             Warna kuning-jingga nyala natrium ditimbulkan oleh pancaran (emisi) cahaya dengan suatu panjang gelombang 589 nm; pancaran ini disebabkan oleh kembalinya elektron tereksitasi ke orbital-orbital energi rendah.
2.             Suatu prisma menyebabkan difraksi cahaya yang berubah-ubah menurut enajang gelombangnya; penjang gelombang yang terpisah-pisah  kelihatan seperti bola pelangi.
3.             Interferensi diakibatkan oleh dipantulkannya cahaya pada dua permukaan film yang sangat tipis (misalnya, gelembung sabun atau bulu burung). Gelombang cahaya yang dipantulkan oleh permukaan luar dan permukaan dala taksefase, sehingga terjadi interferensi gelombang dan pada beberapa panjang gelombang terjadi keadaan saling melemahkan, sehingga sebagai ganti cahaya putih akan tampak beberapa warna.
4.             Proses keempat dan yang paling lazim, yang menghasilkan warna ialah absorpsi cahaya dari penjang gelombang tertentu oleh suatu zat. Senyawa organik dengan konjugasi yang ekstensif menyerap cahaya dengan panjang gelombang tertentu, karena adanya transisi π à π* dan n à n*.  Apa yng tampak bukanlah warna yang diserap, melainkan warna komplementernya, yang dipantulkan.  Suatu warna komplementer, yang kadang-kadang disebut warna pengurangan (substraksi), merupakan hasil pengurangan beberapa panjanggelombang tampak dari dalam spektrum visual keseluruhan.  Misalnya pentasena menyerap pada 575 nm, dalam bagian kuning dari spektrum tampak. Jadi, pentasena menyerap cahaya kuning (dan sedikit cahaya di sekitar cahaya kuning) dan memantulkan cahaya dengan panjang-panjang gelombang lain. Pentasena berwarna biru, yang merupakan komplementer warna kuning.

Beberapa senyawa menampakkan warna kuning, meskipun λmax mereka berada dalam daerah spektrum ultraviolet (misalnya, koronena). Dalam hal ini, ekor pita absorpsi menjorok dari daerah ultraviolet kedalam daerah cahaya tampak dan menyerap pada panjang gelombang ungu ke biru.

Sumber : Buku Fessenden N Fessenden     Kimia  Organik..

0 komentar:

Post a Comment