Home » , , » Cara Pembuatan Detergen full

Cara Pembuatan Detergen full



download makalah lengkapnya disini


Penggolongan Deterjen Dilihat Bentuk Fisiknya


Berdasarkan bentuk fisiknya, deterjen dibedakan atas (baca juga makalah pembuatan detergen):

a. Deterjen Cair, secara umum deterjen cair hampir sama dengan deterjen bubuk. Yang membedakan cuma bentuk fisik. Di indonesia setahu saya deterjen cair ini belum dikomersilkan, biasanya digunakan untuk laundry modern menggunakan mesin cuci yang kapasitasnya besar dengan teknologi canggih.

b. Deterjen krim, bentuk deterjen krim dengan sabun colek hampir sama tetapi kandungan formula bahan baku keduanya berbeda.

Cara Pembuatan Detergenc. Deterjen bubuk, jenis deterjen bubuk ini yang beredar dimasyarakat atau dipakai sewaktu mencuci pakaian. Berdasarkan keadaan butirannya, deterjen bubuk dapat dibedakan menjadi dua yaitu deterjen bubuk berongga dan deterjen bubuk padat. Perbedaan bentuk butiran kedua kelompok tersebut disebabkan oleh perbedaan proses pembuatannya.

(Baca juga sabun dan detergen)
Ø Deterjen bubuk berongga.

Deterjen bubuk berongga mempunyai ciri butirannya berongga seperti bola sepak yang didalamnya berongga. Butiran deterjen jenis berongga ini dihasilkan oleh proses spray drying ( proses pengabutan dilanjutkan dengan proses pengeringan). Kelebihan deterjen bubuk berongga dengan deterjen bubuk padat adalah deterjen bubuk berongga tampak volumenya lebih besar.

Ø Deterjen bubuk padat.

Bentuk butiran deterjen bubuk padat bentuknya seperti bola tolak peluru, yaitu semua bagian butirannya terisi oleh padatan sehingga tidak berongga. Butiran deterjen yang padat ini merupakan hasil olahan dari proses pencampuran kering (dry mixing). Kekurangan deterjen bubuk padat ini tampak volumenya tidak besar sehingga kelihatan sedikit.

(Animasi Cara kerja detergen)


Pada umumnya, deterjen mengandung bahan-bahan berikut:

Surfaktan

Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan. Secara garis besar, terdapat empat kategori surfaktan yaitu:

a. Anionik :

· -Alkyl Benzene Sulfonate (ABS)

· -Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS)

· -Alpha Olein Sulfonate (AOS)

b. Kationik : Garam Ammonium

c. Non ionik : Nonyl phenol polyethoxyle

d. Amphoterik : Acyl Ethylenediamines

Builder

Builder (pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air.

a. Fosfat : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)

b. Asetat :

· Nitril Tri Acetate (NTA)

· Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)

c. Silikat : Zeolit

d. Sitrat : Asam Sitrat

Filler

Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contoh Sodium sulfat.

Aditif

Aditif adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi produk. Contoh : Enzim, Boraks,Sodium klorida, Carboxy Methyl Cellulose (CMC).

Bahan Baku untuk Pembuatan Deterjen

1. Bahan Aktif

Bahan aktif ini merupakan bahan inti dari deterjen sehingga bahan ini harus ada dalam pembuatan deterjen. Secara kimia bahan kimia ini dapat berupa sodium lauryl sulfonate. Sodium lauryl sulfonate dengan beberapa nama dagang dengan nama texapone, Emal, luthensol, dan neopelex. Secara fungsional bahan mempunyai andil dalam meningkatkan daya bersih. Ciri dari bahan aktif ini mempunyai busa banyak dan bentuknya jel (pasta).

2. Bahan pengisi

Bahan ini berfungsi sebagai bahan pengisi dari keseluruhan bahan baku. Pemberian bahan pengisi ini dimaksudkan untuk memperbesar atau memperbanyak volume. Keberadaan bahan ini dalam deterjen semata-mata dilihat dari aspek ekonomis. Bahan pengisi deterjen disini menggunakan sodium sulfat (Na2SO4). Bahan lain sebagai pengisi deterjen dapat mengguanakan tetra sodium pyroposphate dan sodium sitrat. Bahan ini berbentuk serbuk, berwarna putih dan mudah larut dalam air.

3. Bahan penunjang

Salah satu contoh bahan penunjang deterjen adalah soda abu (Na2CO3) yang berbentuk serbuk putih. Bahan penunjang ini berfungsi sebagai meningkatkan daya bersih. Keberadaan bahan ini dalam deterjen tidak boleh terlalu banyak, sebab dapat menimbulkan efek panas pada tangan saat mencuci pakaian. Bahan penunjang lainnya adalah STPP (sodium tripoly posphate) yang juga penyubur tanaman. Ini dapat dibuktikan air bekas cucian disiramkan ke tanaman akan menjadi subur. Hal ini disebabkan oleh kandungan fosfat yng merupakan salah satu unsur dalam jenis pupuk tertentu.

4. Bahan Tambahan (aditif)

Bahan tambahan ini sebenarnya tidak harus ada didalam pembuatan deterjen. Namun demikian, produsen mencari hal-hal baru untuk mengangkat nilai dari deterjen itu sendiri. Salah satu contoh bahan tambahan ini adalah CMC (Carboxyl methyl cellulose). Bahan ini berbentuk serbuk putih yang berfungsi mencegah kotoran kembali ke pakaian.

5. Bahan Wangi

Keberadaan bahan wangi ini sangat penting keberadaannya, sebab suatu deterjen dengan kualitas baik bila menberi parfum salah akan berakibat fatal dalam penjualan. Parfum untuk deterjen bentuknya cair kekuning-kuningan.

Komposisi Pembuatan Deterjen

1. Texapon

2. Na2SO4 secukupnya

3. NaHCO3 25%

4. NaCO3 7%

5. STPP / CMC secukupnya

6. Parfum secukupnya

Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk kayu, dan saringan deterjen

Cara Membuat Deterjen

a. Texapon + NaHCO3 aduk rata

b. (1) + Na2CO3 aduk rata

c. (2) + Na2SO4 aduk rata

d. (3) + STPP/CMC aduk rata

e. Diayak dan keringkan

f. Parfum

g. Siap dipasarkan



Kelebihan Deterjen
- Daya bersihnya kuat atau membersihkan kotoran yang membandel.
- Direndam berhari-hari baju tidak akan menimbulkan bau.
- Hemat air karena hanya sekali bilas



Bahan-bahan yang diperlukan:

- Caustik soda (soda api) 45 gr

- Air dingin 150 cc

- STTP 45 gr

- Air dingin 150 cc

- Soda Ash 105 gr (di tambah air dingin) 300 cc (ditambah CMC) 30 gr

- ABS 300 gr

- Parfume 3 cc

- Sepuhan warna 1 cc



Proses Pembuatan Deterjen

1. Caostik soda, air dingin, bahan pewarna dicampur dan diaduk-aduk sampai merata.

2. Campurkan STTP dan air dingin, campuran ini terpisah dari campuran pertama tadi. Pengadukan agak lama karena STTP sulit larut.

3. Campuran ketiga sadalah Soda Ash dan air diaduk sampai larut kemudian bubuhkan CMC sambil terus diaduk-aduk hingga menjadi seperti bubur agar-agar.

4. Campuran pertama dan kedua dicampurkan dan terus diaduk-aduk hingga merata, setelah merata masukkan campuran ketiga dan aduk terus.

5. Tuangkan ABS pada campuran tersebut lalu diaduk, pengadukkan harus tekun,teliti, dan sempurna. Oleh reaksi kimia cairan tersebut berubah menjadi cream.

6. Setelah cream menjadi dingin, bubuhkan parfum sambil diaduk agar wanginya merata ke seluruh cream yang di buat.

Sabun Deterjen siap untuk dikemas dan dipakai




Sumber :

Anonim. Resep Dan Cara Membuat Deterjen Bubuk. http://yukitakelaundry.blogspot.com/ 2009/11 /resep-dan-cara - membuat-deterjen-bubuk.html [diakses 25 April 2010]

Anonim. Deterjen.http://id.wikipedia.org/wiki/Deterjen. [diakses 25 April 2010]

Anonim. Peluang Usaha Produksi Deterjen Skala Rumahan. http://bisnisukm.com/peluang- usaha-produksi-deterjen-skala-rumahan.html. [diakses 25 April 2010]

Anonim. Mau Deterjen. http://iwanmalik.wordpress.com/2008/05/14/mau-deterjen/#more-6. [diakses 25 April 2010]

4 komentar:

  1. Thank bangets artikelnya gan, kalo bisa ngebuat sabun kayak gini bisa membuka laudry sendiri nie.



    usaha jajanan anak sekolah
    Dunia Bisnis

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih atas kunjungannya. video slide disertai gambar pembuatan sabuan bisa dilihat disni
      https://www.youtube.com/watch?v=iO6BFk_FxdU

      Delete
  2. terima kasih informasinya sangat bermanfaat dan sangat menarik untuk di simak

    ReplyDelete