Home » » Cacing Schistosoma

Cacing Schistosoma

Cacing Schistosoma manusia, hingga sekarang dikenal 5 jenis :

1.Schistosoma haematobium (Bilharz, 1852), Weinland, 1958
2.Schistosoma mansoni (Sambon, 1907)
3.Schistosoma japonicum (Katsurada, 1904)
4.Schistosoma intercalatum (Fisher, 1934)
5.Schistosoma mekongi (Voge, dkk, 1978)

Schistosomiasis sebagai salah satu penyakit tertua di dunia 
Di Mesir

  • Ruffer (1910): Melaporkan ditemukannya telur Schistosoma haematobium dalam ginjal mumi yang berumur > 3000 tahun
  • Catatan Ebers & Smith (Mungra, 1972) : Penyakit ini telah dikenal di Mesir sejak > 4.000 tahun yang lalu dengan hematuria sebagai gejala utama.
  • Theodore  Bilharz  (1825-1862):penjelasan pertama  Kelainan patologi yang disebabkan cacin Schistosoma di Mesir (dianggap sebagai Schistosomiasis pertama kali) 
Di China
Pada sebuah penggalian situs prasejarah antara tahun 1971-1974, telur S.japonicum ditemukan di usus sebuah mummi. S.japonicum sudah ada di China 2100 tahun yang lalu

Sejarah penemuan Schistosoma japonicum
Tahun 1883
Gejala Schistosomiasis japonicum pertama kali disebut Fujii
Tahun 1888
Masima menemukan telur dalam jaringan hati mayat
Tahun 1904
Fujinami menemukan cacing betina pada vena porta
Tahun 1904
Cacing dewasa pada anjing dipertelakan Katsurada sebagai     Schistosoma japonicum
Tahun 1912
Miyagawa menemukan serkaria
Tahun 1913
Memastikan keong sebagai hospes perantara S. japonicum

Penemuan Schistosomiasis di Indonesia

  • Di Indonesia, penyakit Schistosomiasis hanya ditemukan di Dataran Tinggi Napu (± 5000 HA) dan Lindu (±30.000 Ha)
  • Ditemukan oleh dr.Muller  and  dr.Tesch (1937) pada seorang  laki-laki umur 35  tahun  yang meninggal  dunia  di  RS Palu
  • Daerah endemis pertama ditemukan oleh dr. Brug & dr. Tesch di desa Tomado, Dataran Tinggi Lindu (1937)
  • Daerah endemis kedua ditemukan oleh Carney, dkk. di Dataran Tinggi Napu (1972)


0 komentar:

Post a Comment