Home » » Indikator-indikator Yang Mempengaruhi Kesehatan Lingkungan

Indikator-indikator Yang Mempengaruhi Kesehatan Lingkungan



Menurut Dr.Budiman Chandra, ada beberapa indikator yang dapat mempengaruhi kesehatan lingkungan. Diantaranya:

1. Sanitasi Sumber Air

Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara. Sekitar tiga per empat tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa meminum air. Selain itu air juga digunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran. Air juga digunakan intuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lai-lain. Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebarkan melalui air.kondisi tersebut tentunya dapat menimbulkan wabah penyakit dimana-mana.

Ditinjau dari sudut ilmu kesehatan masyarakat, penyediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena penyediaan air bersih yang terbatas memudahkan timbulnya penyakit di masyarakat. Volume rata-rata kebutuhan air setiap individu per hari berkisar antara 150-200 liter atau 35-40 galon. Kebutuhan air tersebut bervariasi bergantung pada keadaan iklim, standar kehidupan, dan kebiasaan masyarakat.

2. Makanan dan Minuman

Makanan adalah semua substansi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak termasuk air, obat-obatan, dan substansi-substansi lain yang digunakan untuk pengobatan. Makanan merupakan salah satu bagian yang penting untuk kesehatan manusia mengingat setiap saat dapat saja terjadi penyakit-penyakit yang diskibatkan oleh makanan.

Kasus penyakit bawaan makanan (foodborne disease) dapat dipengaruhi berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain, kebiasaan mengolah makanan secara tradisional, penyimpanan dan penyajian yang tidak bersih, dan tidak memenuhi persyaratan sanitasi.

Sanitasi makanan adalah upaya-upaya yang ditujukan untuk kebersihan dan keamanan makanan agar tidak menimbulkan bahaya keracunan dan penyakit pada pada manusia. Dengan demikian, tujuan sebanarnya dari upaya sanitasi makanan antara lain:

1. Menjamin keamanan dan kebersihan makanan.

2. Mencegah penularan wabah penyakit.

3. Mencegah beredarnya produk makanan yang merugikan masyarakat.

4. Mengurangi tingkat kerusakan atau pembusukan pada makanan.

3. Sampah Padat

Berbagai aktivitas manusia yang dilakukan untuk memenuhi kesejahteraan hidupnya dengan memproduksi makanan minuman dan barang lain dari sumber daya alam. Selain menghasilkan barang yang doikonsumsi, iktivitas tersebut juga menghasilkan bahan buangan yang sudah tidak dibutuhkan oleh manusia. Bahan buangan makin hari makin banyak. Hal ini erat hubungannya dengan makin bertambahnya jumkah penduduk disatu pihak, dan dipihak lain dengan ketersediaan ruang hidup manusia yang relatif tetap.

Sampah merupakan sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal ari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya.

a. Pengelompokkan Sampah

Sampah dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan sifat dan sumbernya, diantaranya:

1) Berdasarkan zat kimia yang terkandung di dalamnya.

a. Organik, misalnya, makanan, daun, sayur, dan buah.

b. Anorganik, misalnya, logam, pecah-belah, abu, dan lain-lain.

2) Berdasarkan dapat atau tidaknya dibakar.

a. Mudah terbakar, misalnya, kertas, plastic, daun, kayu.

b. Tidak mudah terbakar, misalnya, kaleng, besi, gelas, dan lain-lain.

3) Berdasarkan dapat atau tidaknya membusuk.

a. Mudah membusuk, misalnya, sisa makanan, potongan daging, dan sebagainya.

b. Sulit membusuk, misalnya, plastik, karet, kaleng, dan sebagainya.

4) Berdasarkan cirri atau karakteristik sampah

a. Garbage, terdiri atas zat-zat yang mudah membusuk dan dapat terurai dengan cepat, khususnya jika cuaca panas. Proses pembusukan seringkali menimbulkan bau busuk. Sampah jenis ini dapat ditemukan di tempat pemukinan, rumah makan, rumah sakit, pasar, dan sebagainya.

b. Rubbish, terdiri atas rubbish yang mudah terbakar misalnya, kertas, kayu, karet, dan daun kering. Dan rubbish yang tidak mudah terbakar, misalnya, besi, kaleng, dan lain-lain.

c. Ashes, semua sisa pembakaran dari industry.

d. Street sweeping, sampah dari jalan atau trotoar akibat aktivitas mesin atau manusia.

e. Dead animal, bangkai binatang besar (anjing, kucing, dsb) yang mati akibat kecelakaan atau secara alami

f. House hold resufe, atau sampah campuran, yang berasal dari perumahan.

g. Abandoned vehicle, berasal dari bangkai kendaraan.

h. Demolision waste, berasal dari sisa-sisa pembangunan gedung. Contructions waste, berasal dari sisa-sisa pembangunan gedung, misalnya, tanah, batu dan kayu.

i. Sampah industri, berasal dari pertaanian, perkebunan dan industri.

j. Santage solid, terdiri atas benda-benda solid atau kasar yang biasanya berupa zat organik, pada pintumasuk pengolahan limbah cair.

k. Sampah khusus, atau sampah yang memerlukan penanganan khusus seperti kaleng, dan zat radioaktif.

4. Limbah Cair

Limbah cair merupakan salah satu jenis sampah. Adapun jenis sampah (waste) adalah zat-zat ayau benda yang berasal dari rumah maupun sisa-sisa proses industry. Secara umum limbah cair dibagi menjadi:

1. Human excreta (feses dan urine)

2. Sewage (air limbah)

3. Industrial waste (bahan buangan dari sisa proses industri)

5. Kondisi Perumahan

Rumah yang baik terdiri dari rumah yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya, seperti srana jalan, saluran air kotor, tempat sampah, sumber air bersih, lampu jalan, tempat bermain anak-anak, sekolah, tempat ibadah, balai pertemuan dan pusat kesehatan masyarakat, serta harus bebas banjir. Standar arsitektur terutama untuk perumahan umum (public hosting) pada dasarnya ditunjukkan untuk menyediakan rumah tinggal yang cukup baik dalam bentuk disain, letak dan luas ruangan, serta fasilitas lainnya untuk agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga atau dapat memenuhi persyaratan rumah tinggal yang sehat dan menyenangkan.(Budiman chandra,2007)

a. Kriteria Rumah Sehat

Adapun kriteria rumah sehat yang tercantum dalam Residantal Environment dari WHO (1974), yaitu:

1) Harus dapat melindungi dari hujan, panas, dingin, dan dapat berfungsi sebagai tempat istirahat.

2) Mempunyai tempat-tempat untuk tidur, memasak, mandi, mencuci, kakus, dan kamar mandi.

3) Dapat melindungi dari bahaya kebisingan dan bebas dari pencemaran.

4) Terbuat dari bahan bangunan yang kokoh dan dapat melindungi penghuninya dari gempa, keruntuhan dan penyakit menular.

5) Bebas dari bahan bangunan yang berbahaya.



6) Memberikan rasa aman dan lingkungan tetangga yang asri.




Sumber : Chandra Budiman. pengantar Kesehatan Lingkungan, Penerbit Buku Kedokteran,

Jakarta,2007.

tulisan ini disadur dari "Survai Kesehatan Lingkungan di Desa Pakuli"

1 komentar: