5/18/2013

MIKROBA BAG. I (Pengertian Mikroba)


Mikrobiologi ialah ilmu pengetahuan tentang perikehidupan mahluk-mahluk lecil yang hanya kelihatan dengan mikroskop. Makluk kecil itu disebut mikroorganisme, mikroba, protista atau jasad renik. (Prof. Dr. D. Dwidjoseputro)

Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil (biasanya kurang dari 1 mm) sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniselular) meskipun beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi. Orang yang bekerja di bidang ini disebut mikrobiolog.
                                      
Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista dan alga renik. Fungi, terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa, dapat pula dianggap sebagai bagiannya meskipun banyak yang tidak menyepakatinya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis. http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroorganisme

A. MIKROBA YANG DIGUNAKAN DALAM PROSES FERMENTASI
1.       Kapang
Kapang (bahasa Inggris mold) merupakan anggota regnum Fungi ("Kerajaan" Jamur) yang biasanya tumbuh pada permukaan makanan yang sudah basi atau terlalu lama tidak diolah. Sebagian besar kapang merupakan anggota dari kelas Ascomycetes. http://id.wikipedia.org/wiki/Kapang
Sumber: biasanya terdapat pada tempat-tempat lembab, semisal kertas koranyang basah, dinding basah, buah-buahan membusuk dan bahan pangan lainnya.

Morfologi : - Multiseluler (bersel banyak)
- Ukuran : mikroskopik sampai makrosakopik
- Bentuk : benang-benang

Struktur : - eukariotik
- Memilki dinding sel yang kaku
- Terdiri dari hifa (kumpulan benang-benang)
- Kumpulan hifa membentuk miselium
- Beberapa memilki septa (penyekat) pada hifa.
Perkembangbiakan : seksual dan aseksual (spora)
Peranan: dekomposisi (penghancuran) material, penghasil penisilin (antibiotik) penyebab penyakit.

Kapang merupakan mikroba dalam kelompok fungi yang berbentuk filament, yaitu strukturnya terdiri dari benang-benag halus yang disebut hifa. Kumpulan dari banyak hifa membentuk kumpulan massa yang disebut miselium dan lebih mudah dilihat oleh mata tanpa menmggunakan mikoskop. Contoh miselium adalah serat putih seperti kapas yang timbuh pada tempe
Kapang juga mempunyai struktur yang disebut spora yang pada umumnya terletak pada ujung-ujung hifa, dan merupakan struktur yang sangat ringan dan mudah menyebar kemana-mana. Spora merupakan alat perkembangbiakan kapang, karena pada kondisi substrat dan lingkungan yang lebih baik spora dapat bergerminasi dan tumbuh menjadi struktur kapang yang lengkap. Dari struktur kapang dapat dihasilkan berates-ratus sporayang mudah menyebar dan mencenari pangan, kemudian tumbuh menjadi bentuk kapang yang lengkap. Jika dilihat dibawah mikroskop, berbagai jnis kapang mempunyai struktut hifa yang berbeda dan spora yang berveda-beda, dan karakteristik struktur tersbut digunakan untuk mengidentifikasi kapang.
Spora kapang pada umumnya mempunyai warna tertentu tergantung dari jenis kapangnya. Oleh karena itu pwrtumbuhan kapang pad pangan mudah dilihat dengan mata yaitu ditandai dengan perubahan warna yang menunjukan adanya spora kapang dan sering disebut bulukan.
Selain dapat menyebabkan kerusakan pangan, bberapa kapang tertentu juga bermanfaat karena digunakan dalam pross fermentasi pangan.
Jenis kapang Warna spora Pangan yang dirusak Makanan yang difermentasi
Aspergillus Hitam, hijau Roti, screalia, kacang-kacangan Kecap, tauco (A. Orryzac)
Penicillium Biru-hijau Buah-buahan, sitrus keju Keju (P. roqueforti)
Rhizopus Hitam diatas hifa berwarna putih Roti, sayuran, buah-buahan Tempe, oncom hitam (R. Oryzac, R. oligosporus)
Neurospora (monilia) Orange-merah nasi Oncom merah
Beberapa kapang jika tumbuh pada pangan dapat memproduksiracun yang berbahaya yang disebut toksin(racun) kapang atau mitoksin. Spesis kapang yang memproduksi mitoksin terutama terutama adalah jenis Aspergillus, Penicillum dan Fusarium. Beberapa contoh mitoksin yang sering ditemukan pada pangan misalnya aflatoksin yang diproduksi oleh aspergillus flafus dan okratoksin yang diproduksi oleh Aspergillus ochraceus. (http://www.scribd.com/doc/2289256/KAPANG)

2. Khamir
Khamir adalah anggota Kingdom Fungi yang sebagian besar atau seluruh siklus hidupnya berada dalam kondisi sel tunggal. Khamir bukan merupakan kelompok taksonomi resmi dan pengelompokannya berdasarkan dari bentukan hidupnya (life form). http://milmi.staff.ugm.ac.id/?p=158
Khamir adalah fungi ekasel (uniselular) yang beberapa jenis spesiesnya umum digunakan untuk membuat roti, fermentasi minuman beralkohol, dan bahkan digunakan percobaan sel bahan bakar. Kebanyakan khamir merupakan anggota divisi Ascomycota, walaupun ada juga yang digolongkan dalam Basidiomycota. Beberapa jenis khamir, seperti Candida albicans, dapat menyebabkan infeksi pada manusia (kandidiasis).
Lebih dari seribu spesies khamir telah diidentifikasi. Khamir yang paling umum digunakan adalah Saccharomyces cerevisiae, yang dimanfaatkan untuk produksi anggur, roti, dan bir sejak ribuan tahun yang silam dalam bentuk ragi. http://id.wikipedia.org/wiki/Khamir

3. Bakteri
Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok raksasa dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam artikel mengenai prokariota, karena bakteri merupakan prokariota, untuk membedakan mereka dengan organisme yang memiliki sel lebih kompleks, disebut eukariota. Istilah "bakteri" telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka.
Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel hewan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam strukturnya dari flagela kelompok lain.
Berdasarkan berntuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:
 Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:

• Mikrococcus, jika kecil dan tunggal
• Diplococcus, jka bergandanya dua-dua
• Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar
• Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus
• Staphylococcus, jika bergerombol
• Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai

Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:

• Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua
• Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai

Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagaiØ berikut:

• Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran
• Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran

Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium dan usia. Oleh karena itu untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri, kondisinya harus sama. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih muda ukurannya relatif lebih besar daripada yang sudah tua.

B. KARAKTERISTIK MIKRO ORGANISME
1.    Karakter Kultural
Zat hara yang diperlukan oleh setiap mikroorganisme berbeda ada mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan tumbuh bila diberikan zat hara yang kompleks (serum, darah). Sebaliknya ada pula yang hanya memerlukan bahan inorganik saja atau bahan organik (asam amino, karbohidrat, purin, pirimidin, vitamin, koenzim) selain itu beberapa mikroorganisme hanya dapat tumbuh pada sel hidup, berupa inang, telur, bertunas, biakan jaringan.

2.         Karakter Mikroskopik
3.         Karakter Metabolisme
Proses kehidupan dalam sel merupakan suatu rentetan reaksi kimiawi yang disebut metabolisme. Berbagai macam reaksi yang terjadi dalam metabolisme dapat digunakan untuk mencirikan mikroorganisme
4.          Karakter Kimia
Sel terdiri dari berbagai bahan kimia. Bila sel mikroba diberi perlauan kimiawi, maka sel ini memperlihatkan susunan kimiawi yang spesifik. Sebagai contoh, bakteri Gram negatif memiliki lipopolisakarida dalam dinding selnya, Sedangkan bakteri Gram positif tidak. Sebaliknya pada banyak bakteri Gram positif terdapat asam teikoat. Bahan kimia ini tidak ditemukan pada gram negatif. Dinding sel fungsi dan algae berbeda dari bakteri. Pada kelompok virus, pembagian dilakukan berdasaran asam inti yang dikandung, apakah merupakan DNA atau RNA
5.         Karakter Antigenik
Bila mikroorganisme masuk kedalam tubuh, akan terbentu antibodi yang mengikat antigen. Antigen merupakan bahan kimia tertentu dari sel mikroba. Antibodi ini bersifat sangat spesifik terhadap antigen yang menginduksinya. Oleh karena mikroorganisme memiliki antigen yang berbeda, maka antibodi dapat digunakan untuk mencirikan (rapid indentification) terhadap mikroorganisme. Reaksi ini sangat sepesifik sehingga dapat disebut sebagai lock and key system.

6.         Karakter Genetik
DNA kromosomal mikroorganisme memiliki bagian yang konstan dan spesifik bagi mikroorganisme tersebut sehingga dapat digunakan untuk pencirian mikroorganisme.

Bersambung...........................>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Download Seluruh File Mikroba Disini

No comments:

Post a Comment